Kebakaran Gunung Rinjani, 36 Hektare Lahan Hangus di Sembalun
1 min read

Kebakaran Gunung Rinjani, 36 Hektare Lahan Hangus di Sembalun

Kebakaran di Gunung Rinjani, 36 Hektare Lahan Sembalun Hangus

Api Berkobar Selama Dua Hari

Kebakaran melanda kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (17/10).
Setelah dua hari upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Minggu (19/10).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman, mengatakan tim gabungan bekerja keras di lapangan tanpa henti.
“Total luas lahan terbakar mencapai 36 hektare,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (19/10).


Pemadaman Terkendala Medan Terjal dan Angin Kencang

Kebakaran terjadi di kawasan Rangga Pande, Sembalun Lawang, Resor Sembalun, SPTN Wilayah II TNGR.
Menurut Yarman, medan yang terjal, angin kencang, dan vegetasi kering sempat menyulitkan proses pemadaman.

Namun demikian, tim gabungan dari Balai TNGR, Dalkarhutla Jabalnusra, Polsek, Koramil, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap bertahan di lokasi hingga api benar-benar padam.
“Kebakaran di kawasan Gunung Rinjani akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya,” tegasnya.


Tim Lakukan Penyisiran Sisa Bara

Setelah api padam, tim kembali menyisir area terbakar untuk memastikan tidak ada titik bara tersisa.
“Upaya pemadaman dimulai sejak pagi, menyusuri titik api, dan memastikan kawasan kembali aman,” kata Yarman.

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat dinyatakan selamat dan sehat setelah operasi selesai.
Selain itu, koordinasi lintas instansi disebut menjadi kunci keberhasilan pemadaman tersebut.

Baca Juga: Lady Gaga Bergabung di The Devil Wears Prada 2


Imbauan untuk Tetap Waspada

Meski api berhasil dipadamkan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai.
Karena itu, Yarman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menyalakan api di area hutan.

“Ini bukan akhir dari perjuangan. Karhutla bisa terjadi kapan saja, dan kewaspadaan adalah kunci,” ujarnya.
“Mari kita jaga Rinjani dari api, karena sekali terbakar, luka alam sulit sembuh,” tambahnya.

Sebelumnya, titik api atau hotspot juga sempat terdeteksi di kawasan hutan Rangga Pande, Desa Sembalun Lawang.
Lokasi ini berbeda dari titik kebakaran yang muncul sehari sebelumnya di area konservasi lain di Rinjani.