TNI Serang Markas OPM di Kiwirok, Panglima Lamek Alipky Taplo Tewas
2 mins read

TNI Serang Markas OPM di Kiwirok, Panglima Lamek Alipky Taplo Tewas

TNI Serang Markas OPM di Kiwirok, Panglima Lamek Alipky Taplo Tewas

Operasi TNI di Kiwirok

Pasukan TNI melancarkan operasi penyerangan ke markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Tengah, pada Minggu (19/10).
Dalam operasi tersebut, Panglima OPM Kodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, tewas bersama tiga anggotanya.

Asisten Intelijen Teritorial (Asintelter) Koops Swasembada Papua, Letkol Inf Renaldy, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen mengenai aktivitas kelompok separatis di wilayah tersebut.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan negara, khususnya di Distrik Kiwirok,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (20/10).

Baca Juga: Jennifer Lopez Panaskan Layar Lewat Office Romance Netflix


Sosok Lamek Alipky Taplo

Menurut Renaldy, Lamek Alipky Taplo dikenal sebagai salah satu pimpinan OPM paling aktif dan radikal di wilayah Pegunungan Bintang.
Sejak 2020, kelompoknya kerap melakukan aksi teror dan penyerangan terhadap aparat keamanan maupun warga sipil.

“Kelompok ini sudah bertahun-tahun menebar kekerasan. Tewasnya Lamek adalah pukulan besar bagi jaringan OPM di wilayah Pegunungan Bintang,” kata Renaldy.


Rangkaian Aksi Kekerasan OPM

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kelompok OPM pimpinan Lamek Taplo telah melakukan sejumlah aksi penyerangan brutal.
Berikut daftar aksinya:

  • Menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua (2 Maret 2020)
  • Merampas senjata dari Pospol Subsektor Oksamol (28 Mei 2021)
  • Menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, dan membunuh tenaga kesehatan (13 September 2021)
  • Menembaki pesawat Smart Aviation (8 Oktober 2021)
  • Membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon (Desember 2021)
  • Menyerang aparat TNI–Polri di berbagai titik (2022–2025)
  • Menembaki helikopter bantuan kemanusiaan (Oktober 2025)
  • Membakar sekolah, gereja, dan puskesmas di Distrik Kiwirok (Oktober 2025)

Dampak Aksi dan Kondisi Terkini

Serangkaian tindakan tersebut menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya.
Selain itu, tujuh bangunan fasilitas umum dirusak, sementara enam unit alat berat dibakar. Aksi ini sempat menghambat pelayanan publik serta pembangunan di Kiwirok.

Kini, setelah operasi penyerangan TNI, situasi di Distrik Kiwirok berangsur kondusif. Aparat gabungan TNI–Polri terus melakukan pengamanan dan patroli di titik-titik strategis untuk mencegah gangguan lanjutan.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menjamin keamanan masyarakat,” tegas Renaldy.